bvsateayam

Subtitle

Blog

Jalan Narasi Dongeng Perihal Sabung Ayam Pada Zaman Dulu

Posted by [email protected] on November 1, 2018 at 4:15 PM

Kesempatan ini kami ari agen situs judi sabung ayam pingin ceritakan kepada anda narasi dongeng perihal sabung ayam pada zaman dulu. Silakan baca artikel di bawah ini. Disuatu kerajaan ada seseorang raja bernama Raden Putra yang udah menyuruh kerajaan Jengagala. Raden putra yang punyai seseorang ratu serta selir yang saling cantik ayu. Sang ratu itu kecuali cantik, dia juga baik hati, pinta serta arif.

Tidak serupa dengan si selir yang udah punyai kepribadian yang tidak baik serta pecemburu. Dia tetap tdk ikhlas lihat kemesraan raja dengan ratu. Karenanya, dia punyai suatu ide yang kejam buat menghalau ratu itu dari istana. Melalui cara itu itu, jadi dia bisa menjadi ratu untuk sang raja.

Pada satu hari, selir memohon tabib istana buat membantunya buat menjalankan ide yang udah ia bikin itu. Seterusnya mereka berdua menghadap sang raja serta menuturkan jika ratu punya niat meracuni sang raja. Saat itu juga sang raja berubah menjadi berang besar.

Raja jenggala itu juga langsung mengusir sang ratu dari istana serta membuangnya ke rimba. Padahal pada kala itu sang ratu tengah memiliki kandungan putra mahkota dari sang raja, akan tetapi raja jenggala itu tdk paham akan hal demikian.

Sesudah beberapa saat tinggal di rimba belantara, ratu juga melahirkan seseorang bayi lelaki yang tampan serta sehat. Ratu juga menamai bayi itu dengan nama CINDELARAS. Kian waktu ratu mengatur cindelaras seseorang diri sampai cindelaras tumbuh berubah menjadi anak lelaki yang kuat, gagah serta tampan.

Pada satu hari, pada kala Cindelaras menunjang ibunya mencari kayu bakar, seekor elang menjatuhkan sebutir telur, tdk jauh dari tempat Cindelaras menyatukan kayu bakar. Lalu Cindelaras ambil telur itu serta mengontrolnya.

Telur yang di bawa juga Cindelaras pada akhirnya menetas serta keluarlah seekor anak ayam dari cangkang itu. Anak ayam itu, lalu dirawat sampai pada akhirnya berubah menjadi seekor anak ayam jago yang gagah. Namun, ayam jago itu bukan sembarang ayam jago, tetapi ayam ajaib yang punyai kapabilitas gaib. Kecuali kuat serta jago bertanding, iapun dapat bernyanyi. Nyanyian yang tetap dinyayikan si sabung ayam pw jago adalah tentan cindelaras serta ayahnya, Raden Putra.

"Tuanku adalah Cindelaras. Ia tinggal di rimba, serta ayahnya adalah seseorang raja. Namanya adalah Raden Putra." Seperti itulah si ayam jago bernyanyi sehari-hari nya.

Sehari-hari si ayam jago tetap menyanyikan nyanyian yang sama. Pada awalannya Cindelaras tdk menghiraukannya, akan tetapi lama kelamaan muncul perasaan keingintahuan dalam dianya siapa sebetulnya bapak kandungnya itu. Pada akhirnya, Cindelaras bertanya perihal itu kepada sang Ratu. Lalu, ratu juga memaparkan semua berkaitan dianya serta jati diri ayahnya.

Dengarkan narasi ibunya perihal jari diri ayahnya, Cindelaras benar-benar terkaget. Dia tak pernah menyangka jika bapak kandungnya adalah Raja serta Ibunya adalah seseorang ratu. Cindelaras juga akan memutuskan buat pergi ke kerajaan serta menjumpai sang raja, yang tdk beda adalah ayahnya.

Sesudah dia dengarkan narasi dari sang ibu, Cindelaras juga pada akhirnya pergi ke istana raja buat berjumpa dengan sang bapak Raden Putra. Dalam perjalananya, Cindelaras cuma ditemani oleh ayam jago ajaib nya itu.

Dalam perjalanannya, Cindelaras berjumpa dengan sebagian orang. Mereka melawan Cindelaras buat mengadu ayam. Cindelaras juga terima rintangan itu. Di Dalam sekian kali laga, ayam ikut jago cindelaras tetap berubah menjadi juara.

Kekokohan ayam jago cindelaras membuat masyrakat yang lain ingin tahu serta ajukan rintangan. Namun, pada akhirnya telah bisa diperhitungkan jika ayam jago Cindelaras lah yang berubah menjadi juara.

Kekokohan ayam jago cindelaras juga berubah menjadi benar-benar popular serta tenar hingga seluruh negeri tiada terkecuali sang raja. Pada akhirnya raja juga mengundang cindelaras ke istana raja itu. Rupanya raja itu pingin melawan ayam jagi punya cindelaras yang tenar akan keajabaiban nya itu.

Raja juga membuat taruhan dengan cindelaras. Kalau, ayam jago punya cindelaras yang menang jadi raja akan memberikannya semua perhiasan raja kepada cindelaras. Namun, kalau ayam jago cindelaras kalah jadi cindelaras mesti siap akan terserang hukuman serta dijebloskan ke penjara.

Pada akhirnya, ke-2 ayam jago itu juga bertanding. Ayam jago punyai sang raja nampak benar-benar garang, dia tdk enggan menggebuk ayam jago cindelaras dari semua arah. Namun, ayam jago cindelaras tak ingin kalah. Tiap kali dia memperoleh serangan, dia juga membalasnya 2x lipat lebih keras serta terampil dari serangan awal kalinya.

Sesudah beberapa waktu berlalu bertanding, rupanya ayam jago sang raja juga bernasib tidak baik sama dengna lawan-lawan awal kalinya, dia juga tumbang. Karena itu, ayam jago cindelaras kembali meraih kemenangan pertarungannya.

Pada kala beberapa orang kagum akan keistimewaan ayam jago cindelaras, mereka juga semakin bertambah terkaget kembali disaat ayam jago cindelaras mulai bernyanyi. Orang yang sangat terkaget yaitu sang raja, sebab lagu yang udah dia nyanyikan si ayam jago itu terkait dengan dianya.

"Tuanku adalah Cindelaras. Ia tinggal di rimba, serta ayahnya adalah seseorang raja. Namanya adalah Raden Putra."

Raja juga menanyakan kepada cindelaras, sipakah sebetulnya ia? Cindelaras pada akhirnya juga ceritakan semua, khususnya perihal ibunya yang tinggal dihutan. Sebab berat memikul perasaan bersalah seumur hidup, sang tabib istana bersengkongkol dengan selir, pada akhirnya mengaku kesalahannya itu.

Ia tak pernah punya niat sedikitpun buat melukai atau membunuh raja. Yang bersalah adalah si selir yang pingin menghalau sang ratu sebab kecemburuannya itu.

Dengar pernyataan sang tabib, raja juga berang serta memerintah beberapa pengawal buat memenjarakan si selir. Seterusnya, dengan lekas raja pergi ke rimba buat menjemput sang ratu, istrinya.

Setibanya dihutan, raja juga meminta maaf dan kepada sang ratu sebab udah membuangnya serta anak dalam kandungannya ke rimba belantara. Ratu juga memaafkan sang raja. Sesudah berada dalam rimba bertahun-tahun, pada akhirnya sang ratu juga kembali lagi istana serta kembali duduki singsananya yang sempat di rebut oleh si selir. Sedang cindelaras berubah menjadi seseorang putra mahkota yang satu hari kelak bisa menjadi raja yang menggantihkan ayahnya itu.

Demikian lah akhir dari alur cerita dongeng perihal sabung ayam pada zaman dulu. Demikian serta terima kasih sebab udah membaca artikel itu.

Informasi Lebih Lanjut Dapat Hubungi kami Di :
Wechat : Bolavita
WA : +6281377055002
Line : cs_bolavita
BBM PIN : BOLAVITA ( Huruf Semua )
https://sabungayamlive.net/" target="_blank" rel="nofollow">https://sabungayamlive.net/

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments